INILAH 9 Cara Mencegah Kehamilan Tanpa KB, No 7 Belum Banyak yang Tau !!

Posted on

Kehamilan merupakan momen yang sangat dinantikan bagi setiap wanita. Bagi pasangan sendiri,proses kehamilan adalah moment yang akan membuat hubungan rumah tangga menjadi lebih harmonis. Walaupun demikian, ada baiknya bagi setiap pasangan suami istri untuk memikirkan betul – betul konsekuensi yang akan dihadapi. Sebagai orang tua tentu kita harus memikirkan berbagai faktor guna menunjang masa depan anak – anak kita nantinya.

Program pengendali kehamilan dan kelahiran atau yang kita kenal sebagai program Keluarga Berencana atau KB memang sudah digalakkan pemerintah kita bertahun-tahun lalu. Beberapa orang memang berhasil mengikuti program ini dengan mengkonsumsi atau pun menggunakan berbagai alat kontrasepsi. Namun, beberapa orang lainnya ternyata mengalami efek samping negative dari penggunaan alat kontrasepsi ini. Solusi satu-satunya kemudian adalah dengan menggunakan cara alami untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan suami istri. Apa saja cara alami tersebut? Berikut diantaranya:

Loading...

1. Metode Kalender (tingkat keberhasilan 80%)
Cara mencegah kehamilan secara alami paling umum dilakukan adalah metode kalender. Dengan metode kalender ini sangat bergantung pada penghitungan masa subur wanita menggunakan kalender. Masa subur seorang wanita bisa diketahui dengan mengurangi 18 hari dari siklus menstruasi hari pertama menstruasi. Tahap ini adalah untuk mengetahui hari pertama dari masa subur. Selanjutnya, untuk mengetahui hari terakhir masa subur, anda harus mengurangi 11 hari dari hari terakhir siklus menstruasi. Dengan penghitungan, maka seorang wanita bisa mengetahui masa suburnya. Sehingga ia bisa menghindari melakukan hubungan suami istri saat ia sedang dalam masa subur guna menghindari terjadinya kehamilan.

Contoh Perhitungan Masa Subur
Siklus haid teratur (28 hari) cara perhitungan :
Hari pertama haid tanggal 1 maret, artinya 1 maret merupakan hari pertama haid
Hari suburnya adalah hari ke 12 – hari ke 16 masa subur tersebut

Contoh :
Anda haid di tanggal 1 maret, maka masa subur anda adalah mulai dari (hari ke 12 ) tanggal 13 maret sampai dengan (hari ke 16) tanggal 17 maret. Jadi masa subur adalah tanggal 13-17 maret

Lalu kapan masa tidak suburnya ?
Nah dari tanggal setelah 17 sampai sebelum haid berikutnya merupakan masa tidak subur.
Kelemahan
Meskipun demikian, metode ini akan kurang tepat jika digunakan pada wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur. Pada kasus seperti ini, seorang wanita akan cenderung memiliki lebih banyak hari atau periode waktu yang memungkinkan ia hamil saat berhubungan suami istri walaupun ia sudah melakukan penghitungan dengan metode kalender.
Jika siklus menstruasi anda termasuk yang normal yaitu 28 hari, maka metode kalender ini cukup efektif yakni dengan keberhasilan sekitar 80%.

2. Metode pengukuran Suhu Tubuh
Tahukah anda jika suhu tubuh seorang wanita akan turun ketika indung telur dilepaskan dari ovarium? Berdasarkan hal tersebut seorang wanita bisa memperhitungkan kapan sebaiknya ia melakukan hubungan suami isteri jika ia menginginkan untuk tidak hamil.
Sebagai informasi, suhu tubuh wanita akan turun pada 12 hingga 24 jam sebelum telur dilepaskan dari ovarium. Namun memang, turunnya suhu tubuh ini tidak terlalu signifikan yakni hanya satu derajat saja dari suhu tubuh semula. Kemudian, suhu tubuh akan naik kembali setelah telur sudah dilepaskan.
Untuk mempraktekkan metode ini, anda perlu menggunakan thermometer yang sensitif. Lakukan setiap pagi saat anda baru bangun tidur. Langkah selanjutnya adalah anda jangan melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu setidaknya 48 hingga 72 jam di mulai dari setelah suhu tubuh turun hingga suhu tubuh naik kembali.

3. Metode pemeriksaan Mucus atau lendir
Metode lainnya yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan adalah dengan cara pemeriksaan lendir atau mucus pada vagina. Mucus atau lendir ini keluar sebagai reaksi atau respon terhadap hormone wanita yakni estrogen. Lendir ini bentuknya menyerupai putih telur yang masih mentah, dan jumlahnya akan sangat banyak sesaat sebelum sel telur dilepaskan dari ovarium.
Pemeriksaan lendir ini dapat dilakukan dengan cara melihat apakah terdapat lendir atau tidak pada celana dalam, atau juga dapat dengan cara mengeceknya dengan jari yang diusapkan pada lubang vagina. Jika ditemukan jumlah lendir yang berlebihan, maka anda dianjurkan untuk tidak berhubungan suami isteri selama minimal tiga hari setelah adanya lendir tersebut pada vagina jika anda tidak ingin hamil.

4. Metode Symptom Thermal
Metode symptom thermal yang digunakan untuk mencegah kehamilan merupakan metode kombinasi dari ketiga metode di atas yaitu metode kalender, metode pengukuran suhu tubuh serta metode pengecekan mucus. Selain ketiga metode di atas, menggunakan metode symptothermal berarti juga ikut melibatkan faktor – faktor lain seperti rasa nyeri pada payudara, atau kram perut yang terjadi saat terjadinya pelepasan indung telur dari ovarium.
Saat itulah merupakan saat atau masa seorang wanita tidak boleh melakukan hubungan suami isteri jika ia tidak ingin hamil dulu.
ads

5. Ejakulasi di Luar Vagina (100 % Tidak hamil)
Ejakulasi di luar vagina memang merupakan metode untuk mencegah kehamilan yang terdengar paling mudah. Jika menggunakan metode yang satu ini, pria harus mencabut kemaluan dari dalam vagina sesaat sebelum ia ejakulasi. Hal ini akan mencegah masuknya sperma yang nantinya bisa membuahi sel telur. Jika tidak ada sperma yang masuk, maka sel telur tidak dapat dibuahi. Hal inilah yang tidak mengakibatkan kehamilan pada wanita setelah melakukan hubungan suami isteri.
Namun sayangnya, para pria mungkin sedikit kesulitan untuk melakukan metode yang satu ini. metode yang satu ini membutuhkan kendali diri dari si pria sehingga ia bisa mencabut “acongnya” sebelum ejakulasi yang artinya sebelum sperma keluar. Selain itu, ada juga kemungkinan sperma keluar sebelum pria benar – benar mengalami ejakulasi atau orgasme.

6. Menggunakan Alat pendeteksi ovulasi pada wanita
Jika menggunakan metode ini, seorang wanita melakukannya dengan menggunakan alat pendeteksi ovulasi yang dapat dibeli di toko farmasi. Alat ini nantinya akan mendeteksi hormon yang mempengaruhi terjadinya ovulasi, sehingga bisa menghindari hubungan suami isteri untuk sementara hingga sel telur dilepaskan terlebih dahulu dan menunggu beberapa hari setelahnya. Tes dengan alat ini bisa dilakukan dengan dasar siklus menstruasi di bulan sebelumnya.

7. Metode Menyusui
Metode menyusui disini maksudnya adalah saat seorang wanita dalam masa baru melahirkan dan menyusui, maka ia dikatakan sedang tidak dalam masa subur. Anggapan tersebut memang benar adanya. Ketika seorang baru melahirkan, maka ia tidak dapat ovulasi dengan segera dan jika ditambah dengan proses menyusui, maka si wanita tersebut akan mengalami masa tidak subur yang lebih lama dibandingkan jika ia tidak menyusui.
Pada wanita yang baru melahirkan, proses ovulasi secara alami akan terjadi kembali setelah sepuluh hingga dua belas minggu setelah ia melahirkan. Akan tetapi, metode ini tidak terlalu efektif. Hal ini dikarenakan seorang wanita yang sedang menyusui bisa saja mengalami ovulasi dan memasuki masa subur tanpa diketahui. Hal inilah yang patut diwaspadai. Karena kalaupun wanita masih menyusui si bayi, ia tetap bisa hamil jika melakukan hubungan suami istri. (Baca juga : manfaat memberikan ASI bagi ibu)

8. Menghindari penetrasi di dalam vagina
Menghindari penetrasi di dalam vagina menjadi salah satu metode pencegahan kehamilan yang mungkin paling sulit. Metode ini membutuhkan komitmen kuat dari pasangan. Karena biasanya akan sangat sulit bagi pasangan untuk menghindari terjadinya penetrasi di dalam vagina.
Keuntungan dari metode yang satu ini memang sangat jelas, yakni tidak akan terjadinya kehamilan. Namun sekali lagi, sangat sulit untuk dilakukan oleh pasangan suami istri untuk menghindari hubungan suami istri.

9. Menggunakan Kondom (99.99% Berhasil)
Kondom atau alat kontrasepsi adalah salah satu alat yang paling ampuh untuk mencegah kehamilan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Cara ini adalah jenis paling umum digunakan di seluruh dunia untuk menunda kehamilan secara alami.
Dikatakan cara alami karena dalam melakukan pencegahan kehamilan, tidak dilibatkan sesuatu yang mengandung bahan kimia atau obat – obatan apapun. Dan seperti metode – metode lainnya, tentu cara alami sekali pun memiliki berbagai kekurangan, selain memang di sisi lain tetap memiliki berbagai kelebihan yang baik bagi si suami atau pun isteri.

Kelebihan Mencegah Kehamilan Secara Alami
Keuntungan menggunakan cara atau metode pencegah kehamilan secara alami adalah sebagai berikut:
Dari pihak isteri, ia tidak harus meminum pil kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Karena jika ia lupa meminum pil tersebut, kemungkinan untuk hamil menjadi semakin besar.
Suami tidak harus memakai alat kontrasepsi seperti kondom. Bagi beberapa orang, menggunakan kondom saat melakukan hubungan suami isteri merupakan hal yang mengganggu kenyamanan. Dan, ada juga beberapa pria yang mungkin memiliki alergi pada bahan latex yang notabene menjadi bahan pembuatan kondom.
Dari kedua belah pihak, isteri dan suami, tidak perlu melakukan prosedur operasi tertentu, baik untuk mencegah kehamilan dengan operasi maupun pemasangan alat kontrasepsi pada tubuh.
Menggunakan metode atau cara alami dalam mencegah kehamilan relative lebih murah.
Menggunakan metode alami dalam pencegahan terjadinya kehamilan juga tidak menimbulkan efek samping apa pun. Karena biasanya jika pada kasus seorang wanita yang mengkonsumsi pil kontrasepsi, biasanya akan terjadi peningkatan berat badan. Hal ini terjadi karena pengaruh hormonal yang disebabkan oleh pil kontrasepsi dari pil tersebut.

Kekurangan
Selain memiliki berbagai kelebihan, menggunakan cara alami untuk mencegah terjadinya kehamilan juga ternyata memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan dari metode alami ini di antaranya:
Menentukan masa subur wanita merupakan hal yang tidak mudah. Sehingga hal tersebut menjadi faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan.
Metode atau cara alami memiliki tingkat keberhasilan yang tergolong lebih rendah dari penggunaan alat kontrasepsi lainnya seperti pil KB.
Ada saat – saat tertentu yakni disaat masa subur, suami isteri tidak boleh berhubungan suami isteri untuk sementara sampai masa subur si isteri tersebut terlewati. Dan masalahnya adalah tidak melakukan hubungan suami isteri bagi beberapa orang merupakan hal yang sangat sulit.

Jika salah perhitungan atau penghitungan masa subur kurang tepat, dan ternyata melakukan hubungan suami isteri pada masa tersebut, maka kehamilan yang tidak direncanakan bisa terjadi. Dan efek jangka panjangnya akan sangat terasa bagi kedua belah pihak. Contohnya, kurang siapnya mental dan faktor ekonomi serta berbagai faktor lainnya.
Dari beberapa cara alami untuk mencegah kehamilan di atas, perlu diingat oleh pasangan suami isteri bahwa keseluruhan metode tersebut semuanya bukan merupakan metode yang sempurna dan tidak sesempurna seperti ketika menggunakan pil KB. Jadi, kemungkinan untuk terjadinya kehamilan masih ada. Dan hal inilah yang patut diwaspadai oleh pasangan suami isteri yang menggunakan cara atau metode alami dalam pencegahan kehamilan.

Jika pasangan suami isteri tetap ingin menggunakan cara – cara alami dalam pencegahan kehamilannya, ada baiknya untuk tetap berkonsultasi pada bidan atau dokter untuk mengetahui secara persis masa subur isteri. Dan anda pun bisa mengetahui berbagai kemungkinan yang dapat terjadi bila tetap menggunakan cara – cara atau metode yang masuk dalam kategori alami yang sudah dijelaskan di atas. Perhatikan juga tingkat efektifitas dari metode alami dan pahami juga resikonya. Good luck!

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *